√ 5 Perbedaan Dekorasi Pernikahan Berbagai Suku di Tanah Jawa

5 Perbedaan Dekorasi Pernikahan Berbagai Suku di Tanah Jawa

Dekorasi Pernikahan Jawa – Indonesia adalah negeri yang kaya akan suku, ragam bahasa, dan budaya. Adat istiadat di masing-masing daerah masih sangat kokoh berdiri tanpa terusik perkembangan zaman dan teknologi.

Meski begitu bukan berarti adat istiadat di negara kita tidak berkembang dan bersifat kuno.

Justru keberadaan adat istiadat yang masih dipertahankan hingga kini menjadikan Indonesia negara yang penuh dengan keberagaman dan keunikan. Banyak orang-orang asing yang justru mengagumi Indonesia akan ragam budayanya.

Salah satu adat yang sangat kental hingga kini yaitu adat pernikahan. Mulai dari pulau Sumatera hingga Papua masing-masing memiliki tradisi dan dekorasi pernikahan yang berbeda. Nah untuk kali ini kita akan fokus membahas dekorasi pernikahan adat Jawa.


Ciri Khas Dekorasi Pernikahan Jawa


Secara umum tradisi pernikahan Jawa adalah terlihat sama, yaitu adanya siraman, malam midodareni, dan sungkeman.

Namun tahukah kamu terdapat beberapa perbedaan yang signifikan dalam pernikahan adat Jawa, mulai dari suku Betawi, Sunda, dan suku Jawa itu sendiri (Jawa Tengah, Yogyakarta, hingga Jawa Timur).

Berikut beberapa contoh dekorasi pernikahan Jawa yang akan kami ulas.

1. Elemen Gunungan (Jawa)

penganten.com

Ornamen yang biasa dipakai untuk permainan wayang kulit ini juga sering digunakan untuk menghiasi dekorasi pelaminan.

Jika dalam permainan wayang gunungan menggambarkan ombak samudera, gunung, pohon besar, ataupun gua.

Maka dalam dekorasi pernikahan gunungan menjadi simbol bagi kedua mempelai bahwa mereka telah dan akan memasuki babak baru bersama-sama.

Apapun cobaan yang terjadi ke depan nya, keduanya harus saling menguatkan baik dalam suka maupun duka.

2. Gebyok (Jawa)

hipwee.com

Sebuah replika dua pintu yang sering dijadikan sebagai background latar pelaminan pernikahan adat Jawa.

Sudah bisa ditebak dong ya maknanya, yaitu pasangan mempelai akan memasuki pintu alias babak baru dalam kehidupannya.

Dunia baru yang berbeda dari sebelumnya, jika sebelumnya hanya memikirkan tentang kebutuhan sendiri-sendiri kini sudah harus saling memikirkan kebutuhan pasangan. Apalagi nanti jika sudah memiliki anak, maka kebutuhan hidup pun akan semakin meningkat.

Seperti makna yang tersirat lewat ukiran yang terdapat pada gebyok. Layaknya hidup memiliki tujuan, cobaan, dan rintangan.

Sebagai pasangan baru kalian harus belajar bagaimana keharmonisan rumah tangga tetap selalu terjaga hingga maut memisahkan nanti.

3. Ornamen Bambu (Sunda)

pinterest.com

Nah penggunaan bambu sebagai properti penghias pelaminan identik dengan dekorasi pernikahan adat Sunda.

Seperti yang diulas tadi bahwa suku yang terdapat di Jawa tidak hanya Jawa itu sendiri melainkan ada juga suku Sunda yang mayoritas banyak di Jawa Barat.

Bambu pada pernikahan Sunda bisanya dijadikan sebagai gapura, meja dan kursi pelaminan, hingga sebagai background panggung atau pelaminan.

Penggunaan bambu ini dapat dikombinasikan dengan dekorasi bunga warna-warni sesuai selera.

Bambu yang tegak berdiri menjulang tinggi menyiratkan makna bahwa dalam hidup pasangan mempelai harus selalu tegar dan kokoh.

Pernikahan harus teta dipertahankan sebesar apapun cobaan yang akan menghadap nanti.

4. Bunga Melati (Sunda)

hipwee.com

Satu hal lagi yang menjadi ornamen wajib dalam pernikahan Sunda adalah kehadiran bunga melati.

Dimana bunga ini melambangkan kesucian dan kemurnian sebuah pernikahan. Selain wangi bunga melati mewakili bagaimana perasaan kedua mempelai saat itu.

5. Rumah Adat Betawi

pinterest.com

Pada pernikahan orang-orang asli Jakarta, dekorasi pelaminannya pasti menggunakan dekorasi rumah adat Betawi.

Perpaduan antara kombinasi budaya Batavia dan budaya yang dibawa kolonial pemerintahan Belanda pada zaman itu menjadi kombinasi yang unik.

Dekorasi beranda cantik tersebut terdiri dari furniture yang keseluruhannya terbuat dari kayu.

Ciri khas dari rumah betawi zaman dahulu yaitu keberadaan kandang burung yang digantung di teras rumah. Tambahkan juga ornamen umbul-umbul bunga kelapa di dekorasi pelaminan kamu.

So, kira-kira itulah ketiga suku besar yang menghuni pulau Jawa saat ini. Jadi Jawa tidak hanya satu ya ada banyak suku yang menghuni mulai dari ujung barat hingga ujung timur.

Untuk mengulasnya kamu perlu membaca artikel lain mengenai keberagaman budaya dan suku di Indonesia.

Keyword: Dekorasi Pernikahan Berbagai Suku di Tanah Jawa

Leave a Comment